Sunday, December 06, 2009

Nug, Yuda, dan Ridho

Aku ga membayangkan akan menulis topik ini, tapi ini harus ditulis.

Penting!!!

Facebook memberi fasilitas notifikasi ultah orang-orang yang ada di friendlist.
Padahal urusan ultah ini menurutku bikin repot saja. Apalagi kalau aku yang diberi ucapan; males banget karena rasanya seperti formalitas dan kadang jadi kayak basa-basi.

Mangkanya aku juga ga pernah nulis ‘happy birthday’ di facebook.
Tanggal ultah aku di fb, tiap bulan aku tendang ke depan terus, sehingga gak pernah nyampai harinya.

Hari ini aku merasa aman, tidak akan harus repot urusan membalas sms ucapan ‘happy birthday’ atau menerima todongan makan-makan so on.
Beberapa hari ini pulsa habis pun juga ga beli. Aku pikir, toh kalau mama dan adik2 biasanya mereka telpon.
Malah sempat lupa hari ini aku genap 81 tahun :D

Tapi aku salah, masih saja ada 3 ucapan

Pagi-pagi si Nug aka Wawan sudah sms: Morning birthday boy :) Just wish u a prosperous life, good health, & succes 4 ur work, Wish u all the best ‘spanking’ of the year :D Cheers n GBU.
Kenal Nug di chanell "rawa-rawa", orang marketing yang nyambi jual asuransi. ketemu cuma sekali di Jakarta, tapi kadang lumayan intens sms dan dan komunikasi via message di fb. Meski kemarin sempat sebel gara kasus sms “are you happy?”

Rada sore si Yuda sms Happy birthday!!! Wishing you all the very best hapiness…
Si Yuda ini yang meracuni aku punya kucing persia, punya blog keren yang fansnya ada dimana2 (paling ga lama lagi diterbitkan jadi buku hehe), jadi PNS bukan karena katabelece tapi isi benaknya yang berwarna stainless steel itu, shopaholic dan tukang nyanyi. Belum pernah ketemu. Tapi bagi aku dalam beberapa hal dia inspirator dalam hidup.

Malamnya si Riza ‘Patrick’ Rido sms : Sugeng Ambal Warso! Mugi tansah binerkahan! :D
Kenal Ridho ini sudah rada lama, ketemu pertama kali tepat setahun yang lalu, di Pizza HUT meski bukan untuk makan-makan ultah aku, tapi dalam rangka aku “nangis darah” karena paginya berdiri di kereta api surabaya-solo sambil 'mengunyah hati' Teman yang bisa diandalkan dalam banyak situasi, meski kadang bawel. haha.

Hanya 3 orang. Tapi aku kagum dengan perhatian 3 orang ini.

Ini diluar perkiraan; melebihi dari yang saya perlukan!
More than I ever need.


Nug, Yud, Dho;
I thank you all personally by message at Facebook.
Maaf ga punya pulsa balas. Tapi aku masih perlu mencatat di blog hidup saya ini.

Hehe…thank’s, terima kasih, dan matur nuwun.
Kalian tahu ini bukan basa-basi.

Apapun itu; yang cuma sedikit biasanya sangat mahal.

Hari ini aku menerima 3 hadiah yang mahal dan tidak ternilai.

6 Desember 2009

Tuesday, December 01, 2009

AMIN !

Bagi aku berdoa itu perlu dan penting.

Banget!

Tapi misalnya tiap kali pergi makan bareng dengan teman-teman gereja, selalu heboh.

Bagaimana tidak…..
Sebelum makan, methodically mereka melipat tangan, merem dan mengucap syukur bagi makanan yang terhidang, berdoa bagi orang yang sudah menyiapkan makanan itu, berdoa bagi orang yang kekurangan makan, berdoa agar makanan itu bermanfaat bagi kesehatan…dstnya….

Sementara aku langsung hap! Nyam nyam nyam….

Mereka selesai berdoa, aku selesai makan.

Hahaha….

Kalau berdoa sebelum makan dijadikan ukuran, jelas religiusitas dan iman saya masih ndlosor.

Tapi diujung hari, se-ngantuk or se-lelah apapun; ga akan bisa tidur sebelum duduk berdoa; membuka percakapan dengan Tuhan untuk menyerahkan segala keberadaan diri: rasa syukur–kekuatiran; sukacita–kepedihan; kerinduan–rasa geram; juga orang-orang yang paling berharga di kehidupan yang selalu disebut satu persatu: mama dan papa; adik-adik: Ay, Irawan, Wik, Nyo, Linda, Iwan, Paolien; keponakan: Moses, Lia, Johan, Micha; juga seorang tante yang tinggal bersama kami.
Kadang-kadang juga pesan sponsor: teman yang nitip doa, situasi masyarakat, serta tiket AirAsia yang sekarang pake convinience fee! Huhuhu…

Sesaat sebelum tidur adalah saat dimana aku biasanya dalam keadaan tenang dan bisa menyerahkan jiwa dan pikiran hanya untuk bercakap dengan Tuhan; ga mikir lainnya.


Tentu saja ada situasi dimana aku butuh “emergency call”, saat hanya bisa berseru di dalam hati Tuhan, tolong saya!, ketika berada di lembah stress yang luar biasa; atau Tuhan, terima kasih, biarlah ini menjadi Kemuliaan bagiMu! Ketika aku merasa di puncak rasa syukur.

Ada juga saat ketika pengen chatting dengan Tuhan tapi merasa, “mau ngomong apa ya sama Tuhan?”

Kalau sudah demikian, cuma ada doa andalan: doa yang sudah Kristus ajarkan:

Bapa kami yang di Surga
Di Kuduskanlah nama Mu
Datanglah KerajaanMu
Jadilah kehendakMu:
dibumi seperti di surga

Berikanlah kami pada hari ini,
makanan kami yang secukupnya
Dan ampunilah kami akan kesalahan kami,
Seperti kami juga mengampuni
orang yang bersalah pada kami.

Janganlah bawa kami dalam pencobaan
Tapi lepaskan kami dari yang jahat
Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan,
Kuasa dan Kemuliaan sampai selama-lamanya.

Amin.

Friday, November 27, 2009

RuKo - 11 November 2009

Tanggal 12 November dini hari kemarin harus tidur sambil meringis nahan rasa sakit di kaki.
Sehari sebelumnya jalan kaki entah seberapa jauh dengan rasa excitement luar biasa - nyaris ecstasy- yang meluap motret facade ruko-ruko berasitektur Neo-Klasik, Gothic, Modern, Romantic, Peranakan; di daerah Somerset, Chinatown, dan Clarke Quay.

Bagi orang lain, ini cuma ruko-ruko biasa, tapi di mata aku kayak sebaskom Sprite dingin setelah puasa minum 2 hari. haha.

Beberapa diantaranya:























WAW!!!!

Wednesday, November 25, 2009

So You Think You Can Dance

Beberapa hari ini betah banget nonton So You Think You Can Dance : reality show nge-dance yang sedang di tayang serempak di chanel SET, serta AXN. Kadang sampai jam 2 pagi. Meski kalau liat jurinya yg suka teriak-teriak; si Mary Murphy, pengen aku jebret bibirnya. Persis kayak kucing kawin!

Tapi aku bukan mau nulis tentang acara itu, posting kali ini didedikasikan untuk seorang teman berinisal R. Tinggal di Malang, bau matahari, yang ga mau punya teve apalagi Indovison. Huhu…

Aku hanya pengen berbagi cerita saja sama dia. Kalau pake sms bikin hape konslet.

Posting ini bukan nyindir, bukan nguueeeece!...... Suueerrrrr!!

So, here it is.

Akhir september kemarin di Servis24, dibentuk divisi baru: Mobile Support.
Fungsinya lebih pada operasional antar-jemput, kunjungan dealer harian, dsbnya; yang tidak membutuhkan kualifikasi skill teknik; ibarat mantan loper koran juga oke!

Aku mendapat beberapa rekomendasi personil, salah satunya bernama Edi.

Edi lahir tahun 1986 di Wonogiri. Sekolah hanya sampai SMP karena ga punya biaya. Sempat jadi buruh bangunan selama 2 tahun di Wonogiri kemudian mendapat pekerjaan di sebuah pabrik di Bekasi.
3 tahun kemudian diterima di sebuah café di bekasi juga; sebagai tukang bersih-bersih, dilatih dan akhirnya menjadi barista dan koki untuk bagian desert.

(Dari Edi ini saya tahu ekstraksi kopi espresso yang optimal seharusnya sekitar 22 detik!)

Gaji terakhirnya 1,5 juta belum termasuk bonus dan tips. Catet!: lulusan smp loh! Bukan Sarjana!

Namun setelah lebaran kemarin dia dan isterinya memutuskan keluar dari pekerjaan mereka masing-masing dan kembali ke Solo, bahkan sebelum ada pekerjaan pengganti.
Bagi aku ini situasi yang aneh.
Ketika aku tanyakan tentang hal ini, dia menjawab:

Saya harus lebih dekat dengan ibu saya yang sudah sepuh. Belum lama ini ibu saya menjalani operasi (*aku lupa penyakit apa). Kalau saya tinggal di Solo, saya bisa lebih sering mengunjungi ibu saya.
Sementara belum mendapat pekerjaan, saya akan membantu di bengkel sepeda motor saudara ipar saya.


Trus aku coba tanyakan rencana hidupnya. Dia menjawab,

Ketika saya mulai bekerja, saya pengen bisa memiliki motor sendiri dan menikahi pacar saya sejak SMP. Itu sudah berhasil saya capai.
Nantinya saya pengen punya usaha warung di kampung saya. Bukan warung besar, cukup yang kecil tapi komplit. Namun saya belum punya modalnya.
Saat ini rencana saya berikutnya adalah punya rumah sendiri.


Saya mangut-mangut, lumayan juga orang ini. Kebanyakan orang seusia dia masih mikir "bagaimana caranya beli blekberi", tapi dia sudah sampai tahap punya rumah.

Mas Edi punya rencana hidup yang terskenario rapi. Bagus itu! Kerja yang tekun agar bisa menabung untuk beli rumah, dan modal warung, respon aku

Jawab dia lagi:

Selama ini sebagian uang gaji saya kirim ke kampung dan alhamdulillah saya sudah punya tanah ‘sedikit’ di kampung.

Kalau demikian, tinggal nabung untuk ngumpulin bahan bangunannya…kata saya lagi.

Tapi jawaban dia menggebrak perhatian aku:

Alhamdulillah, saya selama ini juga sudah nabung kayu, pasir, besi dan bahkan batu bata. Saya hanya belum punya semen.
Kalau untuk pembangunannya, saya dan saudara kandung serta ipar sudah sepakat untuk gotong royong tenaga bergiliran membangun rumah. Kebetulan kami semua pernah bekerja sebagai tenaga di proyek.


Orang buta pun dapat melihat sinar bangga dari matanya, ketika dia mengatakan hal ini.

Waw!

Aku jadi mikir, berapa banyak orang seusia dia yang saat ini punya motor, isteri yang dipacarinya sejak smp, sebidang tanah, batu, pasir, kayu, batu bata……

Kemarin di Cikeas, eh maksud saya di Cikarang; interview beberapa orang lagi untuk posisi yang sama. Salah satunya bernama Joko. (*sumpah! namanya asli Joko); Orang Mlati-Sleman. Usianya lebih muda lagi. Lulusan D1 teknik mesin di Yogya. Belum menikah dan belum punya ‘batu bata and the gang”. Tapi aku menangkap semangat dan determinasi yang sama.

Seneng banget liat orang-orang muda yang tahu pasti apa yang harus dituju dalam hidupnya, konsisten dan fokus mencapainya.
Punya gambaran yang realistik tentang kehidupan yang dibangunnya, bukan sekedar: ‘jadi orang, hidup mapan, berguna bagi bangsa dan negara...'
Yang tidak mobat-mabit terbawa arus emosional.
Yang tidak ditekuk nasib, tapi MEMILIH membentuk hidup yang jauh lebih baik daripada orang kebanyakan.

Apakah mungkin karena mereka berpendidikan rendah sehingga justru cara pikirnya pun praktis?

Beberapa hari yang lalu status pesbuk si “R” teman saya ini, tertulis sebuah quote dari Rick Warren. Semoga itu karena dia sudah baca bukunya “Purpose Driven Life”, bukan karena nemu di status orang lain. Hehe. ….

Ehm, tapi aku jadi mikir: ibarat reality show nge-dance, pada akhirnya kehidupan juga menilai dari bagaimana saya menari; apakah saya menari diiringi sebuah lagu, atau sebaliknya saya menari untuk menjadi ilustrasi sebuah lagu.


So, you think you can dance?

Tuesday, November 17, 2009

gila 2012...atau 2010 ?

Aku pikir selain gigi, kewarasan juga kudu diperiksa secara berkala.
Aku baru saja melakukan test kewarasan.
Impulsif saja, habis tutup warung tiba-tiba terpikir ke toko Metta untuk nyari bajakan film 2012 yang sedang heboh itu.
Aku susuri deretan film yang dipajang; ga nemu.
Sengaja aku dekati mbak penjaga yang keliatan paling lugu.

Berikutnya adalah percakapan kami yang sengaja aku lakukan dengan suara rada keras

mbak, film duaribu duabelas sudah ada?

belum ada mas

wah kok belum ada... (dengan muka polos) kalau yang 2011 ada?

(*muka mbaknya jadi aneh)...ya gak ada!

(*sebagian orang di toko Metta mulai melihat ke kami)

ooo.... kalau 2010..ada?
(*saat ini semua pengunjung toko takjub liat aku)

(*muka mbaknya berkerut aneh)
yaaa...gak adaaaa....maaaasss!


Semua ngakak.

aku tampilkan mimik muka tanpa dosa ngloyor pulang.

sampai rumah aku ngakak sendiri. HAHAHAHAHA........


(*ga tahu apa artinya aku masih waras atau mulai gila)